Tak Harus Mendaki Gunung, Tempat ini Punya Puncak yang Indah Layaknya Gunung

Keindahan puncak gunung memang seolah menggoda mata. Tak jarang, orang berlomba-lomba untuk menjadi anak gunung meski tanpa persiapan panjang. Tak perlu paksakan kehendak, tak perlu turuti ego. Banyak destinasi alternatif yang bisa kamu datangi selain gunung. Dan kali ini, Sociotraveler akan berbagi tempat-tempat indah yang wajib kamu datangi. Tanpa harus menunggu sampai bisa kuat mendaki gunung, kamu akan dapati pemandangan cantik bagaikan gunung.

Gunung Tunggak, Tempat Semayam Prabu Brawijaya di Gunungkidul

Dengan ketinggian tak lebih dari 900 Mdpl, Gunung Tunggak wajib kamu datangi sebagai latihan mendaki gunung. Beralamat di Desa Nglipar, Gedangsari, Gunung Tunggak memiliki lansekap pemandangan yang indah bagaikan puncak gunung.

Menginap di Gunung Tunggak bukanlah pilihan yang salah. Selain dapat menikmati sunset dan sunrise, dari puncak gunung ini, kamu dapat menyaksikan gugusan bima sakti yang akan membuatmu takjub.

Gunung Nglanggeran, Gunung Api Purba yang terkenal

Siapa yang tak kenal Gunung Api Purba Nglanggeran? Tempat ini sudah kondang di kalangan penikmat rekreasi. Datanglah ramai-ramai agar suasana pendakian terasa lebih menyenangkan. Jangan lupa, bawa bekal makanan secukupnya untuk menanti pulangnya mega dalam pelukan.

Baca juga: Ini Lho 5 Alasan Kenapa Jomblo Harus Naik Gunung

Bukit Sikunir, Tempat Hits di Tanah Para Dewa

Ke Dieng, belum afdol jika belum menginjakkan kaki di Bukit Sikunir. Tempat ini menjadi spot favorit berburu sunrise. Untuk menghidari keramaian, pilihlah jadwal yang tepat di luar libur panjang.

Bukit Kunir, Desa Benowo, tempat menjemput baskara pagi di Purworejo

Jika Dieng punya Bukit Sikunir, berbeda dengan Purworejo yang punya Bukit Kunir sebagai spot berburu sunrise.

Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, empat kawanan gunung ini menjadi latar pelengkap pemandangan disilau matahari. Dibatasi rimbun pepohonan yang hijaunya menenangkan mata. Disuguhi suara alam yang mengalun bagai terapi kerohanian. Indah, bukan?

About The Author

Related Posts

Leave a Reply